Menguji Pernyataan; "Semua Agama Benar di Mata Tuhan."
Semua:
1. Yang menyatakan kalimat di atas apakah mengetahui semua Agama di dunia?
2. Apakah ia telah pelajari mendalam semua Agama itu?
Agama:
1. Yang bersangkutan apakah paham pengertian dari Agama?
2. Khusus Agama resmi di Indonesia, apakah tidak ada perbedaan mendasar dari Agama-Agama yang "benar" itu?
3. Setiap pemeluk Agama meyakini kebenaran hanya ada pada Agamanya. Apakah sikap itu baik di Mata Tuhan?
Tuhan:
1. Tuhan seperti apa yang dipahaminya?
2. Ada banyak Tuhan di dunia sesuai keyakinan dan Agama-Agama yang ada. Tuhan mana yang dimaksud?
3. Setiap pemeluk Agama meyakini kebenaran konsep Ketuhanannya. Apakah Tuhan mereka masing-masing membenarkan ajaran Agama selain mereka?
Ungkapan, "Semua Agama benar di Mata Tuhan", sebenarnya hanya manis di bibir saja. Bahasa pluralisme Agama itu jelas keliru. Muslim harus meyakini hanya Islam Agamanya yang benar. Hanya Allah, Tuhan yang benar. Keyakinan seperti ini bukan sikap "radikal". Sikap ini adalah perilaku realistis dan bahkan toleran. Tidak hipokrit. Jujur dan terbuka. Islam mengajarkan teguh dalam keyakinan dan toleran dalam perbedaan. Tegas dalam ibadah dan lembut dalam muamalah. This is Islam
Allahu a'lam
