Pemuda dan Kebangkitan Islam; Perspektif Al Quran dan Kebangsaan

Gambar Hanya Ilustrasi


Pemuda dalam UU No. 40 tentang Kepemudaan disebutkan bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak perintisan pergerakan kebangsaan Indonesia, PEMUDA BERPERAN AKTIF sebagai ujung tombak dalam mengantarkan bangsa dan negara Indonesia yang merdeka bersatu dan berdaulat.

Pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Dalam ayat 2 dijelaskan bahwa Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggungjawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

Saat ini jumlah pemuda Indonesia lebih kurang 61,8 juta jiwa atau sekitar 24,5% Penduduk Indonesia. Sebuah potensi dan modal yang sangat besar. Apalagi diprediksi pada tahun 2020-2035 Indonesia akan memiliki angkatan muda 64% dari jumlah seluruh rakyat Indonesia. Bonus demografi terbesar di dunia.

Potensi yang sangat besar ini akan menjadi modal luar biasa bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa juga sebaliknya. Jika angkatan muda ini dididik, dibangun, dilatih, disiapkan segala keahlian dan keterampilannya maka Indonesia akan maju. Tapi sebaliknya jika dibiarkan, tidak dididik dan dilatih maka Indonesia akan menanggung beban yang amat berat dari melimpahnya generasi yang tidak produktif dan Indonesia akan menjadi bangsa terbelakang.

Pemuda Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pemuda Islam. Sebagai penduduk dengan mayoritas muslim di Indonesia maka Pemuda Indonesia adalah Pemuda Islam. Oleh karena itu jika kita berbicara tentang kebangkitan pemuda Indonesia adalah bicara tentang kebangkitan pemuda Islam.

Maka membangun pemuda Islam adalah membangun Pemuda Indonesia. menghancurkan pemuda Islam juga menghancurkan Pemuda Indonesia. Membangun, merawat dan memajukan umat Islam di negeri ini sama dengan membangun, merawat dan memajukan bangsa. Begitu pula sebaliknya.

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Integral

Al-Ghazali dan Perang Salib

Keprihatinan Seorang Natsir