Tafsir al Baqarah: 62
“Sebagai
perwujudan kasih sayang-Nya kepada umat manusia, maka Allah memberi karunia
kepada semua manusia – apa pun agamanya – untuk mendapatkan pahala dari Tuhan,
selama mereka percaya kepada Tuhan dan berbuat baik kepada manusia, meskipun
dia tidak mengakui kenabian Muhammad saw, sebagaimana dijelaskan dalam QS
2:62.” Benarkah?
Berikut ini
tanggapannya:
1. Dalam
pandangan hidup Islam, manusia tidak mungkin akan mengenal Allah, Tuhan yang
sebenarnya, kecuali melalui keimanan kepada utusan-Nya yang terakhir. Hanya
melalui utusan-Nya itulah, Allah menjelaskan, siapa diri-Nya, dan bagaimana
manusia harus beribadah kepada-Nya, dan bagaimana manusia harus hidup di dunia.
Maka, untuk masuk Islam, seseorang harus meyakini dan mau mengikrarkan
pernyataan “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah’.
2. Hadits-hadits tentang keharusan mengimani, mencintai dan meneladani Rasulullah sangat banyak. Ayat itu dipelintir oleh para penganut agama liberal dengan makna seperti di atas. padahal para ulama tafsir tidak menafsirkan demikian. Didukung dengan hadits-hadits Rasulullah saw; di antaranya adalah penegasan Rasulullah bahwa seandainya Musa as masih hidup niscaya beliau harus mengikuti risalah Rasulullah (Muslim). Artinya tidak ada Islam bila tidak mengimani Rasulullah saw. Bahwa makna ayat di atas adalah setelah kaum Yahudi, Nashrani dan Shabiin itu beriman kepada Allah dan hari akhir (dengan jalan mengikuti petunjuk Rasulullah saw) maka mereka berhak mendapatkan pahala.
