Pembagian Agama

Gambar Hanya Ilustrasi

 

“Secara umum, agama-agama dapat dibagi menjadi dua, yaitu agama bumi (ardhi) dan agama samawi. Meskipun memiliki sejumlah perbedaan dalam ajarannya, Islam, Yahudi, dan Kristen adalah sama-sama merupakan agama samawi, yang sama-sama merupakan pelanjut agama Nabi Ibrahim AS.” Benarkah?

Islam Satu-Satunya Agama Samawi:

Al-Quran sudah menjelaskan apa yang dimaksud dengan millah Ibrahim yang hanif. “Dan siapakah yang lebih baik din-nya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti millah Ibrahim yang hanif.” (QS 4:125). “Ibrahim bukanlah Yahudi atau Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang hanif dan Muslim, dan dia bukanlah orang musyrik.” (QS 3:67).

Yang bisa dimasukkan ke dalam kategori sebagai ‘millah Ibrahim’ saat ini, hanyalah agama Islam, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Kaum Muslim begitu dekat dengan nabi Ibrahim a.s.. Setiap shalat, kaum Muslim membaca doa untuk Nabi Ibrahim. Begitu juga, salah satu hari raya umat Islam adalah hari raya Idul Adha yang terkait erat dengan kisah perjuangan dan perjalanan hidup Nabi Ibrahim a.s.

Banyak ayat Al-Quran yang senantiasa mengajak kaum Yahudi dan Kristen untuk berdialog. Tetapi, jika kita baca ayat-ayat Al-Quran, tentang masalah ini, kita akan menemukan, bahwa posisi Al-Quran senantiasa jelas, yaitu posisi menyeru kaum Yahudi-Kristen agar kembali kepada kalimah tauhid, kembali kepada ajaran inti yang dibawa oleh para nabi, yaitu ajaran Tauhid. Misalnya, QS Ali Imran: 64 menyebutkan: (Abrahamic Faiths)

Yahudi dan Nasrani kufur:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 6)

“Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al baqarah: 105)

“Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". (Al Baqarah: 135)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Integral

Al-Ghazali dan Perang Salib

Keprihatinan Seorang Natsir