Postingan

Menampilkan postingan dengan label Question

Tokoh Pendidikan Nasional Terbesar

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Tokoh Pendidikan Nasional terbesar di Indonesia adalah Ki Hajar Dewantoro, sehingga salah satu ajarannya dijadikan sebagai semboyan pendidikan nasional, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani; dan hari lahirnya (2 Mei) diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.” Benarkah? Fakta Ki Hajar Dewantara dan Boedi Oetomo: Boedi Oetomo menolak kemerdekaan Indonesia. Boedi Oetomo memakai bahasa Jawa dan Belanda. Boedi Oetomo bersikap eklusif, diluar perjuangan pergerakan nasional. Boedi Oetomo hanya untuk kalangan ningrat Brosur milik Boedi Oetomo, Djawa Hisworo, selalu menyerukan caci maki terhadap Rasulullah dan ajaran Islam. Tidak menghendaki nasionalisme, tapi menghadirkan jawanisme. Menolak usulan KH. Ahmad Dahlan untuk mengadakan pengajian keislaman. Ki Hajar Dewantara tidak simpati terhadap Islam. Terbukti saat KH Ahmad Dahlan mengusulkan ada pengajian Islam di Boedi Oetomo, dia menolaknya. Ki Hajar Dewantara mem...

Standar Kebenaran Agama

Gambar
  Gambar Hanya Ilustrasi “Sebagai Muslim saya yakin bahwa Nabi Isa tidak mati di tiang salib (QS 4:157). Tetapi, saya tidak boleh menyalahkan pendapat agama lain yang menyatakan bahwa Nabi Isa mati di tiang salib. Sebab, masing-masing agama memiliki standar kebenaran sendiri-sendiri.” Benarkah? Allah adalah Dzat yang Maha Benar, dan Yang Maha Benar lebih patut dipercayai daripada pendapat siapapun. Allah berfirman : "Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Dan kita tidak sedang ikut memperdebatkan apakah Isa/ Yesus itu benarkah yang disalib atau bukan. Kita sedang memahami dan meyakini bahwa Isa tidak mati di tiang salib sebagaimana dikatakan Allah yang Maha Benar. Sementara oleh kaum Yahudi yang menyalib 'Isa' waktu itu dianggap Isa mati di tiang ...

Merasa Agamanya Paling Benar

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Untuk menciptakan kerukunan umat beragama di Indonesia, maka para pemeluk agama di Indonesia harus menghormati keyakinan pemeluk agama lainnya, dengan menghilangkan sikap merasa agamanya sendiri yang benar, superior, dan menyalahkan agama lain. Sebab, sikap tidak tawadhu’ seperti ini terbukti menjadi akar dari konflik antar umat beragama, sehingga harus dihilangkan.” Benarkah? Setiap orang yang beragama – jika masih berpegang pada keyakinan agamanya – pasti meyakini kebenaran agamanya sendiri. Jika dia meyakini kebenaran semua agama, maka dia sejatinya sudah tidak beragama. Pada akhirnya, golongan ‘ragu-ragu’ akan ‘berdakwah’ mengajak orang untuk bersikap ragu juga. Mereka sejatinya mereka telah memilih satu jenis keyakinan baru, bahwa tidak ada agama yang benar atau semuanya benar. Artinya, hakekatnya, ia memilih sikap untuk tidak beragama, atau telah memeluk agama baru, dengan teologi baru, yang disebut sebagai “teologi semua agama” atau “agama plura...

Pembagian Agama

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Secara umum, agama-agama dapat dibagi menjadi dua, yaitu agama bumi (ardhi) dan agama samawi. Meskipun memiliki sejumlah perbedaan dalam ajarannya, Islam, Yahudi, dan Kristen adalah sama-sama merupakan agama samawi, yang sama-sama merupakan pelanjut agama Nabi Ibrahim AS.” Benarkah? Islam Satu-Satunya Agama Samawi: Al-Quran sudah menjelaskan apa yang dimaksud dengan millah Ibrahim yang hanif. “Dan siapakah yang lebih baik din-nya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti millah Ibrahim yang hanif.” (QS 4:125). “Ibrahim bukanlah Yahudi atau Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang hanif dan Muslim, dan dia bukanlah orang musyrik.” (QS 3:67). Yang bisa dimasukkan ke dalam kategori sebagai ‘millah Ibrahim’ saat ini, hanyalah agama Islam, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Kaum Muslim begitu dekat dengan nabi Ibrahim a.s.. Setiap shalat, kaum Muslim membaca doa untuk Nabi Ibra...

Kristen Mengajarkan Kasih ?

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   Di dalam Perjanjian Lama: “Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai” (Yosua 6:21) “Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apapun yang bernafas” (Ulangan 20:16) “Siapa yang menghujat nama Tuhan, pastilah ia dihukum mati dan dilontario dengan batu oleh seluruh jamaah itu. Baik yang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama Tuhan , haruslah dihukum mati” (Imamat 24:16) Firman Tuhan untuk meyembelih kaum Amalek: “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai” (Samuel 15:3) Di dalam Perjanjian Baru, ‘Isa Almasih (ya...

Semua Agama Benar?

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Umat Islam diwajibkan bersikap rendah hati, tidak sombong, dan harus menghormati pemeluk agama lain serta berbuat baik terhadap mereka, sebab pada hakekatnya inti dari semua agama adalah mengajarkan kebaikan dan mengasihi sesama manusia.” Benarkah? Kalimat ini (Umat Islam diwajibkan bersikap rendah hati, tidak sombong, dan harus menghormati pemeluk agama lain serta berbuat baik terhadap mereka), menurut saya tidak bermasalah. Yang bermasalah adalah kalimat ini (sebab pada hakekatnya inti dari semua agama adalah mengajarkan kebaikan dan mengasihi sesama manusia). Benarkah inti semua agama mengajarkan kasih? Pertama, inti agama adalah mengarahkan penganutnya beribadah kepada DZAT yang Maha Benar dan Maha Kuasa. dan, hanya Islam yang mampu menunjukkan jalannya. Soal kebaikan dan kasih, secara universal dan instingtif tanpa agama pun semua orang bahkan semua makhluk mendambakan hal itu. Yahudi mengajarkan kasih ? “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia,...

Yahudi dan Kristen Agama Samawi?

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Dalam sejarah manusia, Allah telah menurunkan berbagai agama kepada para nabinya, seperti Agama Yahudi (Judaisme) diturunkan kepada Nabi Musa a.s., agama Kristen diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Dan agama Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.” benarkah? Kesamaan Risalah Para Nabi: Jika kamu berpaling (dari peringatanku), Aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan Aku disuruh supaya Aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)". (QS. Yunus: 72) Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus[201] lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. (Ali-Imran:67) Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, Maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri." (QS. Yunus: 84) Dikatakan kepadanya: "Masukla...

Manusia Tidak Mengetahui Hakikat Kebenaran?

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Islam tidak membenarkan sikap orang yang sombong dan angkuh, yang merasa benar sendiri dengan pendapatnya, padahal di alam ini, yang bersifat mutlak hanya Allah. Sedangkan manusia adalah makhluk yang relatif. Karena itu, setiap pendapat manusia adalah relatif, sehingga ia tidak boleh memutlakkan pendapatnya, dengan menyalahkan atau menyesatkan orang lain. Hanya Allah yang tahu akan kebenaran yang hakiki. Manusia tidak tahu dengan pasti suatu kebenaran.” Benarkah? Slogan relativisme ini sebenarnya lahir dari kebencian. Kebencian Pemikir Barat modern terhadap agama. Benci terhadap sesuatu yang mutlak dan mengikat. Generasi postmodernis pun mewarisi kebencian ini. Tapi semua orang tahu, kebencian tidak pernah bisa menghasilkan kearifan dan kebenaran. Bahkan persahabatan dan persaudaraan tidak selalu bisa kompromi dengan kebenaran. Aristoteles rela memilih kebenaran dari pada persahabatan. Kalau anda mengatakan “Tidak ada kebenaran mutlak” maka kata-kata a...

Tuhan Memandang Semua Sama?

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Umat Islam harus menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebab derajat manusia adalah sama di hadapan Tuhan; dan Islam memandang semua manusia adalah makhluk Tuhan sehingga tidak boleh membeda-bedakan manusia berdasarkan ras, bangsa, suku, atau agama.” Benarkah? Pernyataan di atas jelas keliru, sebab Allah Membedakan manusia berdasarkan Agama. Al-Quran jelas menyebut orang mukmin sebagai ”khairul bariyyah” (sebaik-baik makhluk), sedangkan orang kafir disebut ”syarrul bariyyah” (seburuk-buruk makhluk). Bahkan, al-Quran juga tidak menyetarakan antara orang shaleh dengan orang jahat (fasik). Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang taqwa. Maka, Islam punya konsep kesetaraan sendiri yang jelas berbeda dengan konsep kesetaraan kaum Pluralis Agama."

Khalifah Utsman bin Affan Nepotis?

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Perpecahan dan kekacauan di masa Khalifah Utsman bin Affan terjadi karena ketidakpuasan masyarakat atas kepemimpinan Khalifah Utsman yang lebih mementingkan anggota keluarganya daripada urusan pemerintahan, sehingga beliau dibunuh.” Benarkah? Pernyataan di atas selalu diulang-ulang oleh kalangan liberal yang benci kepada Utsman bin Affan karena sukses mengabadikan (mengkodifikasi) Al-Qur'an dalam sebuah Mushaf, yang kemudian dikenal dengan Mushaf Utsmani. Sehingga mereka mencoba merusak integritas dan kehormatan pribadi Utsman, agar terkesan bahwa apapun (termasuk kodifikasi Al Qur'an) yang telah dilakukan Utsman bernoda. Mereka (musuh-musuh Islam) benci atas kesuksesan pemerintahan khalifah Utsman menyatukan bacaan Al-Qur'an dengan begitu telah pula menyatukan Ummat. yang sebelumnya seringkali bertikai di berbagai daerah soal bacaan dan surat Al-Qur'an. Dalam Manajemen, mengangkat pekerja berdasarkan kekerabatan bukan hal yang salah. Kemun...

Pangeran Diponegoro

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi “Pangeran Diponegoro berperang melawan Belanda karena kecewa tanah leluhurnya dirampas oleh Belanda dan tahta Kerajaan Mataram tidak diserahkan kepada dirinya, tetapi diserahkan oleh Belanda kepada adiknya.” Benarkah? Kakek buyutnya, Sultan Hamengkubuwono I pernah meramalkan Pangeran Diponegoro akan menjadi pahlawan besar yang meusak orang kafir. Pangeran Diponegoro resah melihat kehidupan keraton penuh intrik dan kemerosotan moral akibat pengaruh Belanda Beliau berkata: “Namaningsun kanjeng sultan NgabdulKamid. Wong Islam kang padha mungkir arsa ingsun tata. Jumeneng ingsun Ratu Islam tanah Jawi.” (Dari buku ke buku, sambung menyambung menjadi satu, 2002) Pasukan Pangeran Diponegoro terdiri dari; 108 Kyai, 15 Syeikh, 12 Penghulu, 4 kyai Guru dan ribuan santri. (Peter Carey, Oxford University) “Sebagai seorang yang berjiwa Islam, ia sangat rajin dan taqwa sekali hingga mendekati keterlaluan. (De Java oorlog Van, 1825-1830). Nama panjang dan gelar Pangeran D...

Islam dan Pancasila

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila tidak bisa dipahami menurut pemahaman dan kepercayaan satu agama tertentu, sebab negara Indonesia menganut asas Bhinneka Tunggal Ika yang menghormati keberagaman.” Benarkah? Menurut saya, - sebelum membahas sila pertama - Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Pancasila memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk berjuang menjalankan agamanya. Pancasila lahir dari pemikiran-pemikiran tokoh Islam waktu itu sehingga sarat dengan nilai-nilai Islam. Pancasila sebagai dasar negara sah-sah saja, tapi bila pancasila dijadikan sebagai ideologi (agama) jelas sebuah kesesatan. Dengan Pancasila, umat Islam tidak dilarang untuk membaca Al Qur’an, menjalankan shalat, zakat dan sebagainya, bahkan sampai menerapkan syariat Islam, seperti di Daerah Istimewa Aceh. Di Aceh, orang yang menjalankan syariat Islam apakah akan dianggap melanggar pancasila? Tentu tidak. Piagam Jakarta adalah dokumen resmi, yang ditegaskan d...

Islam dan Kisah Sangkuriang

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Sekalipun orang sunda dianggap memiliki karakter kelembutan yang dominan dibanding suku-suku lain di Indonesia sehingga tergambar dalam seni pencak silatnya yang diiringi oleh gamelan (musik). Namun, sebenarnya karakteristik dasar orang sunda tidak Islami bahkan asusila seperti praktek kawin-cerai dan incest yang tergambar dalam kisah legendaris suku sunda Sangkuriang dan Dayang Sumbi.” Benarkah? Beberapa tahun yan lalu saya hadir dalam saresehan "Kearifan Lokal" di Cianjur dengan narasumber Dr. Muhammad Fajar Laksana (Direktur Musium Islam Prabu Siliwangi Sukabumi/ Dari makalahnya ternyata Prabu siliwangi Muslim bahkan seorang Da'i). Salah satu point yang beliau sampaikan adalah bahwa akar budaya Sunda adalah budaya dan tradisi yang lahir dari kerajaan terbesar di tanah pasundan yakni Pakuan Padjajaran di bawah pimpinan Raja Muslim Prabu Siliwangi. Artinya akar budaya Sunda adalah Islam. Dan Islam dengan begitu harus kembali menjadi filosofi...

Pahlawan Wanita Terbesar di Indonesia

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Pahlawan wanita terbesar di Indonesia adalah R.A. Kartini yang dalam hidupnya telah melakukan tindakan besar dalam memajukan wanita Indonesia.” Benarkah? Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University, menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut. Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain bahasa Aceh d...

Warisan Peradaban Islam di Indonesia

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Patut disesalkan, meskipun berhasil mengislamkan mayoritas penduduk Indonesia, tetapi para pembawa Islam ke Indonesia tidak meninggalkan warisan peradaban yang tinggi, sebagaimana kaum Hindu dan Budha yang berhasil menjaga dan meninggalkan warisan peradaban yang tinggi dan diakui oleh dunia internasional, seperti Candi Borobudur dan Prambanan.” Benarkah? Islam tidak mewariskan kebudayaan dan peradaban materi sebagai prioritas. Islam mewariskan kebudayaan dan peradaban Ilmu, Iman dan Amal. Dan hasilnya mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam tanpa iming-iming materi dan tempat ibadah yang megah dan mewah. Bila pun harus menghitung warisan budaya materi; agama apakah dan di negeri manakah yang memiliki tempat ibadah jutaan banyaknya selain Islam. Tempat ibadah (Mesjid, mushola, langgar, meunasah, tajug dll) yang masih dan terus berfungsi. Menunjukkan Islam sebagai agama yang hidup, yang tidak terus mati dengan matinya tempat ibadah agama lain sebagi...

Ahlul Kitab Bukan Kafir?

Gambar
  Gambar Hanya Ilustrasi “Salah satu Rukun Iman adalah beriman kepada kitab-kitab Allah. Karena itu, disamping wajib beriman kepada al-Quran, umat Islam juga wajib beriman kepada Taurat dan Injil yang dulu diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa a.s. dan sampai sekarang digunakan sebagai Kitab Suci kaum Yahudi dan Nasrani. Karena itulah, kaum Yahudi dan Nasrani disebut golongan Ahlul Kitab, bukan golongan kafir.” Benarkah? Yahudi Dan Nasrani Kufur : Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6) “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al baqarah: 105) “Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganu...

Fakta Majapahit, Gajah Mada dan Islam

Gambar
Gambar hanya ilustrasi  “Kerajaan Majapahit berhasil menyatukan wilayah Indonesia karena kehebatan Patih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya.” Benarkah? Tidak benar. Penjajah berkepentingan untuk mengubur Islam sebagai akar budaya nasional dan menggantinya dengan Hindu (atau selain Islam). Sehingga dilakukan berbagai usaha seperti penyimpangan sejarah dan mengangkat budaya dan tradisi hinduisme sebagai akar budaya nasional, misalnya membongkar kembali borobudur dan prambanan yang sudah hancur dan terkubur dan lain-lain. Kepentingan kolonialisme sebagaimana kita mafhum adalah penyebaran ajaran Kiristen (Gospel) serta motivasi balas dendam atas kekalahan Kristen dalam perang Sabil (salib). Sehingga apapun yang berbau Islam dimusnahkan. Demikian pula, Majapahit dan hinduisme diangkat terus serta dipaksakan dalam penulisan sejarah sebagai cikal bakal dan nenek moyang bangsa. Padahal tidak demikian. Oleh karena itu, cobalah tanyakan kepada anak-anak kita sekarang, ap...