Warisan Peradaban Islam di Indonesia

Gambar Hanya Ilustrasi


 “Patut disesalkan, meskipun berhasil mengislamkan mayoritas penduduk Indonesia, tetapi para pembawa Islam ke Indonesia tidak meninggalkan warisan peradaban yang tinggi, sebagaimana kaum Hindu dan Budha yang berhasil menjaga dan meninggalkan warisan peradaban yang tinggi dan diakui oleh dunia internasional, seperti Candi Borobudur dan Prambanan.” Benarkah?

Islam tidak mewariskan kebudayaan dan peradaban materi sebagai prioritas. Islam mewariskan kebudayaan dan peradaban Ilmu, Iman dan Amal. Dan hasilnya mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam tanpa iming-iming materi dan tempat ibadah yang megah dan mewah.

Bila pun harus menghitung warisan budaya materi; agama apakah dan di negeri manakah yang memiliki tempat ibadah jutaan banyaknya selain Islam. Tempat ibadah (Mesjid, mushola, langgar, meunasah, tajug dll) yang masih dan terus berfungsi. Menunjukkan Islam sebagai agama yang hidup, yang tidak terus mati dengan matinya tempat ibadah agama lain sebagimana ea rahr dan Prambanan. Borobudur dan Prambanan bahkan menyisakan cipratan darah rakyat yang membangunnya atas paksaan penguasa.

Borobudur dan prambanan yang sebelumnya sudah terpendam di dalam tanah dalam kondisi hancur bercerai-berai kembali digali oleh penjajah utk menyuburkan kembali kemusyrikan dan membuat rakyat nusantara berpaling dari Islam.

Penjajah merekayasa akar sejarah bangsa Indonesia yang Islam ea rah adat istiadat dan budaya pagan sebelum Islam. Sehingga lunturlah semangat jihad umat Islam yang paling ditakuti penjajah. Karena kita tahu bahwa misi kolonialisme bukan hanya gold dan glory tapi yang utama adalah GOSPEL (penyebaran injil) dan balas dendam atas kekalahan di perang SABIL (salib). 

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Integral

Al-Ghazali dan Perang Salib

Keprihatinan Seorang Natsir