Hari Pahlawan

Gambar Hanya Ilustrasi

Pahlawan adalah Pahala-wan. Orang- orang yang berjuang hanya berharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka adalah kaum Muslimin yang berjuang mengorbankan apapun dengan motivasi jihad fi sabilillah demi kemerdekaan dari penjajahan aqidah, fisik dan harta rakyat nusantara Indonesia yang dilakukan oleh kaum kafir Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Jepang.

Pendorong utama perjuangan melawan penjajah kafir saat itu adalah semangat jihad bukan nasionalisme, atau semangat kedaerahan dan lainnya. Bukti surat2 kabar Belanda di jaman kolonialisme; Mohammaden, Fanatik

Hampir seluruh pejuang, adalah kaum Muslimin; Para Ulama, Santri, tokoh dan pejabat muslim, nelayan muslim, pekerja muslim,pelajar muslim dan lainnya.

Pengaburan sejarah sengaja dilakukan oleh pihak anti Islam untuk memutus mata rantai spirit perjuangan kaum Muslimin. Satu diantaranya adalah menghilangkan peran perjuanagan umat Islam dan atau mengaburkan nama para Mujahid muslim menjadi seolah bukan muslim. Contoh, Ahmad Lesy menjadi Thomas Mattulesy.

Raja Sisingamangaraja adalah seorang Raja Muslim yang taat. Panglima Besar Jendral Sudirman adalah Ustadz (guru) di sekolah Muhammadiyah. Pun Pangeran Diponegoro yang mengangkat diri menjadi Khalifah Allah di tanah Jawa adalah seorang ‘alim yang tekun belajar dan mengajarkan agama Islam.

Sebelum Indonesia merdeka, Kesultanan-kesulthanan Islam merata dari ujung barat sampai ujung timur Nusantara Indonesia.Jaziratul Mulk/Maluku (bahasa Arab= Raja-Raja) merupakan wilayah yang banyak berdiri di atasnya Kerajaan-Kerajaan Islam yang sangat gigih melawan penjajah kafir Belanda dan lainnya.

Banyak dan meratanya Kesultanan-Kesultanan Islam dan kaum muslimin yang menjadi mayoritas dari rakyat nusantara Indonesia yang memudahkan bersatunya rakyat nusantara melawan penjajahan dan kemudian bersatu dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikianlah Indonesia kemudian digelari zambrud Khatulistiwa (Bahasa arab, Khat dan Al Istiwa=Garis yang memanjang lurus dari ujung ke ujung indah bagaikan untaian zamrud).

Kesamaan aqidah dan semangat ukhuwah Islamiyah pada mayoritas rakyat nusantara yang berperan sangat penting terdorongnya semangat persatuan dan kesatuan sehingga terwujudnya Indonesia merdeka dan NKRI.

Oleh karena itu, tanpa Islam tidak ada Indonesia. Tanpa jihad tidak ada NKRI. Indonesia berhutang amat besar kepada umat Islam. Sekalipun umat Islam tidak menghutangkan apapun dari jerih payah mereka berjuang memerdekakan penjajah. Karena mereka adalah Pahala-wan.

George MC Turner kahin, seorang Indonesianis dalam bukunya, Nationalism and Revolution Indonesia, menyatakan bahwa ada 3 faktor terpenting yang mempengaruhi terwujudnya integritas nasional:

1. Agama Islam dianut oleh mayoritas rakyat Indonesia

2. Agama Islam tidak hanya mengajari berjamaah, tapi juga mengajari melawan penjajah

3. Umat Islam menjadikan bahasa  Melayu sebagai senjata pembangkit kejiwaan yang sangat ampuh dalam melahirkan aspirasi perjuangan nasional.

Pelopor kebangkitan nasional bukan Budi Utomo tapi SDI/SI (Syarikat Dagang Islam/Syarikat Islam). SI lah yang memasyarakatkan istilah nasional. Memasyarakatkan bahasa melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia ke seluruh nusantara. Anggotanya beragam dan terbuka dan mencita-citakan kemerdekaan Indonesia. Sementara Budi Utomo menolak persatuan Indonesia, memakai bahasa Jawa dan Belanda, eksklusif di luar pergerakan  nasional dan anggotanya hanya untuk kalangan bangsawan/priyayi.

Pelopor pembaharuan sistem pendidikan nasional adalah Muhammadiyyah (1912), 10 tahun lebih awal dari Taman Siswa(1922). Muhammadiyah sudah menggunakan bahasa melayu sementara Taman Siswa masih berbahasa Jawa dan Belanda.

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dipelopori oleh para pemuda Islam atas prakarsa para Ulama dalam rapat nasional PSII di Kediri 27-30 September 1928.

Begitu pula bangkitnya perlawanan umat Islam- saat penjajah kafir Belanda menganggresi Indonesia di dorong oleh fatwa jihad (Resolusi Jihad)22 OKtober 1945 yang di serukan oleh KH. Hasyim Asy’ari atas saran Jendral Sudirman kepada bung Karno.

Bung Tomo seorang jurnalis aktifis Islam revolusioner membakar semangat jihad Umat Islam dengan pidatonya yang berapi-api dan di penuhi pekikan-pekikan takbir. Dia mengatakan : “Aku tidak tahu dengan cara apalagi membangkitkan semangat rakyat selain dengan takbir”.

Piagam Jakarta sebagai sebuah kesepakatan resmi para pendiri bangsa dalam menentukan bentuk dan dasar Negara yang menyatakan bahwa atas berkah rahmat Allah maka bangsa ini bisa merdeka. Karena menurut Profesor Yusril, kalu bukan karena rahmat Allah mustahil bamboo runcing dapat melawan persenjataan modern penjajah.

Piagam Jakarta mengamanahkan Negara ini berdasarkan Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Kemudian berubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.Karena negeri ini lahir dari perjuangan kaum muslimin yang menuhankan TuhanYang Maha Esa Allah Subhanahu Wa Ta’ala (Tauhid).

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menetapkan Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945. Artinya, nafas dan jiwa UUD adalah Tauhid. Artinya pula seluruh produk UU dan peraturan pemerintah dan swasta baik pusat maupun daerah tidak boleh bertentangan dengan KETAUHIDAN. Tidak boleh ada UU dan peraturan yang keluar dari nilai-nilai ajaran Islam. Bila ada maka hal tersebut telah bertentangan dengan konstitusi dasar Negara.

Bukan suatu kebetulan Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada hari Jumat (hari paling mulia dalam Islam) dan pada bulan Ramadhan (bulan paling mulia dalam Islam). Di mana teks proklamasi didiktekan bung Karno kepada Sayuti Melik di waktu sahur yang penuh keberkahan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan pada hari Jumat tanggal 9 Ramadhan 1364 H bertepatan dengan 17 Agustus 1945.

Bangsa ini harus bersyukur memiliki umat Islam. Dengan upaya para tokoh Islam, bangsa yang hampir terpecah lagi setelah agresi militer Belanda 2 disatukan kembali dengan ikatan dan wadah yang kuat, kokoh bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pidato Mosi Integral Natsir pada tanggal 3 April 1950. Kemudian Presiden Soekarno mengumumkan secara resmi lahirnya NKRI pada tanggak 17 Agustus 1950.

Sejatinya Indonesia memiliki  dua proklamasi ; 17 Agustus 1945, Proklamasi berdirinya RI dan 17 Agustus 1950, Proklamasi berdirinya NKRI.

Menjelang Mosi Integralnya yang terkenal selama 2,5 bulan Natsir melakukan usaha yang sangat keras melobi para ketua Fraksi di parlemen dan keliling ke negara-negara bagian untuk mengajak mempersatukan wilayah yang bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.NKRI.

M. Natsir adalah Ketua Umum Partai ISLAM Masyumi. Partai islam terbesar, tersolid dan paling konsisten dalam membela Islam dan menjaga NKRI sepanjang sejarah kepartaian di Indonesia. Itulah arti kepahlawanan. Merekalah para pahlawan sejati. Bukan orang-orang yang hanya mampu berteriak-teriak NKRI harga mati, tapi tidak mengetahui sejarah lahirnya NKRI.

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Integral

Al-Ghazali dan Perang Salib

Keprihatinan Seorang Natsir