Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Cadar di Mata Menteri Agama

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi Berapa hari lalu Menteri Agama (Menag) Fakhrul Razi menyampaikan rencana Kementerian Agama (Kemenag) untuk melarang muslimah bercadar masuk ke instansi pemerintah. Alasannya untuk mengantisipasi kasus seperti penusukan terhadap Wiranto oleh wanita bercadar dan suaminya beberapa waktu lalu. Pernyataan Menag ini jelas meresahkan. Bahkan seolah jadi alibi bahwa benar kasus penusukan terhadap Wiranto dalam rangka mendiskreditkan Islam dan umat Islam. Sebagaimana diketahui, peristiwa penusukan terhadap Wiranto tidak terjadi di dalam gedung instansi pemerintah. Peristiwa itu terjadi di lapangan terbuka yang barangkali bagian dari wilayah instansi pemerintah juga. Tapi peristiwa itu terjadi lebih karena kelalaian proses pengamanan terhadap pejabat negara. Bukan karena soal pelaku bercadar atau tidak. Soal instansi ini pun membingungkan. Yang dimaksud instansi itu fisiknya, gedung dan wilayah sekitarnya atau lembaganya? Jika yang dimaksud gedung, berarti muslimah b...

Surat Terbuka untuk Ibu Dina Y Sulaeman

Gambar
  Dina Y Sulaeman (Tokoh Wanita Syi’ah di Indonesia) Bismillah. Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa Perkenalkan, saya Wildan Hasan, seorang bapak rumah tangga biasa, yang senang belajar dan menulis. Kecintaan saya untuk menuntut ilmu mendorong saya untuk kuliah lagi di berbagai majelis ta’lim, sama sekali tak ada karir yang menuntut saya untuk itu. Tulisan-tulisan saya selama ini, kelihatannya cukup banyak diapresiasi orang; dalam arti, bukan tulisan ngawur. Bahkan ada tulisan saya yang terkumpul dalam buku berjudul Bawalah Facebookmu ke Surga yang pasti belum ibu baca. Ibu mungkin hanya ke GR an saja. Tepatnya mungkin ibu dipandang sebagai orang yang patut diwaspadai karena pandangan-pandangan ibu terkait konflik Suriah ngawur dan tak berimbang. Ibu menyebut kelompok-kelompok pro jihad Suriah sebagai radikal. Maksudnya apa bu? Kategorisasinya apa? Tujuannya apa menyebut seperti itu? Kemudian, ibu menyebut media-media pro jihad Suriah sebagai teman ust Arifin Ilham. Jadi, ibu bukan ...

Tokoh Pendidikan Nasional Terbesar

Gambar
Gambar Hanya Ilustrasi   “Tokoh Pendidikan Nasional terbesar di Indonesia adalah Ki Hajar Dewantoro, sehingga salah satu ajarannya dijadikan sebagai semboyan pendidikan nasional, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani; dan hari lahirnya (2 Mei) diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.” Benarkah? Fakta Ki Hajar Dewantara dan Boedi Oetomo: Boedi Oetomo menolak kemerdekaan Indonesia. Boedi Oetomo memakai bahasa Jawa dan Belanda. Boedi Oetomo bersikap eklusif, diluar perjuangan pergerakan nasional. Boedi Oetomo hanya untuk kalangan ningrat Brosur milik Boedi Oetomo, Djawa Hisworo, selalu menyerukan caci maki terhadap Rasulullah dan ajaran Islam. Tidak menghendaki nasionalisme, tapi menghadirkan jawanisme. Menolak usulan KH. Ahmad Dahlan untuk mengadakan pengajian keislaman. Ki Hajar Dewantara tidak simpati terhadap Islam. Terbukti saat KH Ahmad Dahlan mengusulkan ada pengajian Islam di Boedi Oetomo, dia menolaknya. Ki Hajar Dewantara mem...